Yes We Can!
Kalimat ini mendadak populer karena menjadi tagline kampanye pilpres Barack Obama. Walau tidak ada korelasi yang pasti antara kalimat ini dengan kemenangan pak Obama, tapi tentunya kalimat ini penuh dengan nuansa afirmasi positif, yang seakan membawa aura positif juga bagi rakyat US apabila pak Obama menang pilpres.
Terbukti banyak banget para golput di masa lalu yang kemaren mau mencoblos, dan para pemilih pemula juga semangat ikutan pemilu. Karena mereka percaya dan berharap sepenuh hati, bahwa sesuatu yang baru dan lebih baik akan terjadi.
Di buku Brian Tracy, “The Art of Closing Sale”, ternyata dijelaskan bahwa para ahli sudah menemukan adanya hubungan erat antara sikap harapan yang penuh keyakinan dengan tingkat keberhasilan ataupun kegagalan.
Soalnya, kalau dari awal kita yakin bahwa kita bisa berhasil, kita akan merasa optimis. Optimisme inilah yang akan mempengaruhi semua orang disekitar kita. Membuat orang menanggapi perkataan kita. Dan membuat prospek menanggapi penawaran kita dengan lebih positif ^_^
Pak Mario Teguh di Metro TV pun pernah membahas sekilas tentang Self-perspecting Prophecy. Bahwa yang Anda harap dengan penuh keyakinan, (pasti) akan kejadian.
Jadi, kalau kita berharap berhasil, niscaya kita akan berhasil. Kalau kita berharap dengan seyakin-yakinnya, bahwa kita bisa populer, pasti kita akan populer!
Inipun bisa terjadi saat kita memprospek. Kalau kita dengan yakinnya berharap bahwa kita bisa menjual kepada prospek kita, kita secara tidak sadar akan berbicara dengan sikap yang optimis pada sang prospek. Sikap optimis kita inilah yang akan ditangkap di alam bawah sadar si prospek. Dan dengan cara yang sangat positif, keyakinan kita mempengaruhi si prospek untuk membuat keputusan yang positif. Penawaran kita akan diterima
Nah, yang jadi masalah adalah, kalau di kepala kita yang muncul adalah keyakinan yang negatif. Contohnya, karena kita pernah gagal menjual atau memprospek, maka tiap kali kita akan menjual atau memprospek, dalam hati kecil muncul kesan bahwa kita tidak berharap untuk berhasil. ‘Nothing to loose aja deh!‘, gitu justifikasinya.
Akibatnya, saat kita mau memprospek, terlebih dahulu terbentuk harapan negatif di kepala kita. Dan harapan ini membuat kita yakin bahwa menemui prospek tersebut sebetulnya sia-sia dan cuma buang waktu. Akibatnya, kita cenderung kurang bersemangat saat memprospek, dan prospek menangkap harapan negatif kita, dan menanggapi penawaran kita juga dengan cara yang negatif. Hasilnya jelas. Kita kembali ditolak
Orang dengan keyakinan yang negatif, akan selalu berpikir negatif terutama yang berhubungan dengan pencapaian/target. Jika diberi target, dia akan selalu gagal memenuhi target yang diberikan. Walaupun dia mampu, tapi dia tetap akan gagal, karena alam bawah sadarnya yang membuat dia tidak mau memenuhi target tersebut. Dia akan selalu membuat berbagai alasan dan pembenaran dengan mengemukakan sejuta kekurangan yang dia miliki tanpa memikirkan aspek kelebihan yang pasti juga dia miliki. Dan pada akhirnya, menyalahkan orang lain yang menaruh harapan “terlalu tinggi” pada dirinya.
The good news is, keyakinan kita, baik positif maupun negatif, berada sepenuhnya dibawah kendali kita. Kita-lah yang memilih, apakah kita punya harapan negatif, atau harapan positif. Dan harapan manapun yang kita pilih, pasti akan mempengaruhi orang-orang di sekeliling kita dan mendukung harapan tersebut.
Kalau kita merasa tidak mampu membuat keyakinan positif di diri kita, bisa kita latih kok. Mengucapkan kalimat affirmasi seperti “Saya bisa! Saya pasti bisa!” dengan penuh semangat terbukti jadi salahsatu cara efektif untuk membangkitkan harapan positif dalam diri kita.
So, ngga ada salahnya kita pinjem tagline pak Obama dan kita latih mengucapkan “Yes, I can! Saya pasti bisa!” sambil bercermin. Ucapkan dengan penuh semangat sebelum kita keluar rumah memulai hari, sampai kita merasa betul-betul bersemangat! Dan kita pasti akan menjalani hari itu dengan lebih optimis dan semangat! Percaya deh ^_^
GO DIAMOND!!! YES WE CAN!!!
Posted in MOTIVASI, serius, ORIFLAME talk |



















January 31st, 2009 at 8:51 pm
Jadi inget sama kata-katanya Henry Ford. Kalau anda pikir anda bisa, ya anda bisa. (atau kurang lebih seperti itu redaksinya)
February 4th, 2009 at 6:08 pm
You are what you think …:-)
thanks for share Mi, jadi merefresh kembali